Sabtu, 30 Mei 2009

Teori konspirasi pembuatan virus dan komersialisasi antivirus


 

By Omyl Aicom - Posted on 30 mei 9

Pernahkah kita merasa dibikin repot, bingung dan kesal oleh virus komputer yang menyerang komputer kita?

Jawabnya mungkin hampir semua pengguna PC (Windows) pernah berurusan dengan virus komputer. Virus komputer memang tidak ada matinya, selalu muncul virus baru dan varian baru dari virus yang sudah ada sebelumnya yang siap menebar ancaman untuk kita.

Jika ada virus komputer maka ada pula antivirusnya dan itulah senjata utama kita dalam menghadapi keganasan virus komputer.

Apakah pernah terpikir oleh kita kenapa sih ada orang yang rajin membuat virus komputer? Apa dia ingin terkenal atau dia ingin disebut 'elit' karena keahliannya membuat virus? Apa dia kurang kerjaan atau mungkin juga memang itu kerjaannya?

Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang muncul di pikiran saya dan anda juga (mungkin).

Tulisan ini muncul karena saya bertanya-tanya apakah mungkin ada semacam konspirasi akibat simbiosis yang saling menguntungkan antara si pembuat virus dengan pembuat antivirus sehingga industri virus/antivirus tetap ramai sampai sekarang?

 
 

Konspirasi

Misalkan muncul salah satu jenis virus baru dan dengan cepat salah satu vendor antivirus A mengenali dan membersihkan komputer dari virus baru tersebut sedangkan vendor antivirus lainnya begitu kebingungan serta lambat mengenali virus baru ini.

Dari kasus diatas bisa saja salah seorang dari pegawai vendor antivirus A melakukan kontak/kerjasama dengan si pembuat virus untuk membuat suatu virus dengan kriteria-kriteria yang sudah ia tetapkan sebelumnya, dalam arti membuat sebuah virus pesanan. Dan jadilah vendor antivirus A ini dikenal sebagai vendor antivirus yang cepat dan bisa membersihkan virus 'pesanan' tersebut.

Pemikiran diatas muncul karena memang saya amati pembuat virus itu sepertinya jarang yang konsisten dengan hasil karyanya, heboh diawal namun dalam beberapa waktu menghilang begitu saja.

Teori konspirasi diatas hanya sekedar pemikiran selewat dari saya saja dan sampai sekarang teori konspirasi ini tidak pernah terbukti.

 
 

Komersialisasi antivirus

Suatu waktu komputer kita terserang virus padahal kita sudah menginstal antivirus didalamnya. Antivirus yang ada di komputer tidak mampu berbuat apapun bahkan untuk 'running' pun tidak bisa. Kita pasti kebingungan jika menghadapi situasi seperti itu.

Dari ilustrasi diatas kita akan berpikir kenapa antivirus yang kita instal tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah komputer diserang virus.

Ternyata masalahnya adalah antivirus yang rutin diupdate akan lebih kuat dalam memberikan perlindungan terhadap virus dibanding antivirus yang tidak pernah diupdate sama sekali. Itulah sebabnya kita dianjurkan untuk selalu mengupdate antivirus.

Untuk yang satu ini saya mendapat ide dari salah satu forum di internet mengapa update antivirus itu harus rutin dilakukan dan mengapa vendor antivirus bisa bertahan/berkembang.

Antivirus komersial yang saat ini umumnya bekerja dengan metode yang disebut blacklisting dan alurnya sebagai berikut:

1. Virus baru ditemukan.
2. Virus "signature" diidentifikasi dan ditaruh dalam blacklist.
3. Software antivirus mengecek file di komputer kita dengan apa yang ada di blacklist: jika ada yang cocok maka antivirus tersebut akan mengambil tindakan tertentu.

Seperti itulah pendekatan yang selama ini digunakan oleh vendor antivirus namun terdapat 2 masalah besar didalamnya jika menggunakan pendekatan seperti itu:

1. Software antivirus dan juga kita akan selalu tergantung pada perusahaan antivirus secara terus menerus untuk mengupdate blacklist. Kita masih akan terserang virus baru dimana perusahaan antivirus belum menemukan atau membuat sebuah file "signature" untuk itu. Kita tidak akan dan tidak akan pernah terlindungi dari ancaman virus-virus baru karena virus tersebut belum ditemukan sampai ada suatu komputer yang terjangkiti. Jika komputer kita belum terserang virus hal itu dikarenakan keberuntungan dan fakta bahwa perusahaan antivirus telah melakukan pekerjaan yang sangat baik mempersiapkan honeypot (komputer yang terbuka untuk virus baru dan membantu mengindetifikasinya) yang memberikan peringatan awal ketika sebuah virus baru disebarkan. Kebanyakan dari kita boleh dibilang beruntung apabila ada virus baru yang belum menginfeksi komputer kita.

2. Dikarenakan ribuan virus baru disebarkan tiap tahunnya maka blacklist akan terus berkembang. Artinya software antivirus akan menghabiskan lebih banyak lagi resource komputer (waktu cpu, ruang hard drive) yang akan berpengaruh terhadap kinerja. Peningkatan di kecepatan cpu, memori dan ruang hard drive akan meringankan masalah (asal jangan coba-coba untuk menjalankan versi terbaru dari Norton di komputer lama). Fakta yang ada memang jika kita menjalankan software antivirus komersial maka komputer kita akan menjadi lebih lambat.

Masalah yang terbesar adalah para pengguna akan selalu terikat dengan software antivirus karena harus terus memperbaharui blacklist yang sudah ada dan disanalah kuncinya mengapa vendor antivirus bisa terus bertahan dan berkembang.

Metode blacklisting ini intinya adalah software antivirus akan berkata "tidak" kepada sesuatu yang semestinya tidak ada di komputer kita dan kebalikannya yaitu metode greenlisting dimana daripada sibuk menjaga apa-apa yang semestinya tidak ada di komputer kita maka justru metode greenlisting akan menjaga apa-apa yang semestinya ada di komputer kita.

Jika metode greenlisting ini yang diterapkan oleh para pembuat antivirus tentu saja pengguna yang diuntungkan karena para pengguna tidak harus mengupdate dan terlalu tergantung pada antivirus. Yang pada akhirnya perusahaan antivirus tidak akan berkembang.

Rahasia Membuat Antivirus Menggunakan Visual Basic

oleh : Omyl Aicom

Pengarang : omyl si virus 285

Diterbitkan di: Januari 21, 2009

Virus !
Satu kata ini selalu menjadi "hantu" yang membayangi para pengguna computer dimanapun berada. Apalagi di Indonesia, yang "baru saja" mengenal computer. Sengaja saya tonjolkan kata "baru saja" ini, karena faktanya, masih lebih banyak manusia Indonesia yang tidak atau belum mengenal computer dalam arti yang sebenarnya.

Kalaupun di kantor – kantor, khususnya kantor – kantor pemerintah sampai tingkat terendah (Desa / Kelurahan), sekolah – sekolah, puskesmas, sudah memiliki computer, sebenarnya keberadaannya masih sebatas mengganti mesin ketik. Dengan kata lain, orang – orang yang berada di depan pesawat computer tersebut, sebagian besar baru bisa menggunakan untuk menulis surat menyurat, menghitung statistic dan pekerjaan administrasi lainnya.
Tidak mengherankan jika tiba – tiba komputernya terserang virus, mereka jadi kelabakan dan tak bisa berbuat apa –apa kecuali memanggil tukang servise.
Disis lain, mereka yang sedang dan telah mengenal computer secara mendalam, khususnya mahasiswa – mahasiswa IT, dengan semangat mudanya, jiwa isengnya dan keinginan untuk "tampil beda" sering dengan sengaja menciptakan virus. Itulah yang saat ini dikenal dengan virus local. Dan perkembangan virus local saat ini sudah sedemikian pesat. Mungkin sudah ratusan bahkan ribuan virus local yang berhasil diciptakan kaum intelektual muda Indonesia ini.
Jika mereka bisa membuat virus, pasti juga bisa membuat anti virusnya. Demikian pesan yang hendak disampaikan oleh Aat Shadewa dengan bukunya RAHASIA MEMBUAT ANTIVIRUS MENGGUNAKAN VISUAL BASIC ini. Dengan gaya kocaknya, penulis berkenan berbagi ilmu untu memerangi virus – virus tersebut, menggunkan bahasa pemrograman yang cukup mudah dipelajari siapa saja, VISUAL BASIC.
Buku ini membimbing pembaca dari pengenalan virus, metode penyerangan virus, cara menanggulangi, cara membuat program anti virus sampai prospek bisnisnya. Jelas buku ini sangat layak dibaca oleh siapapun, bukan hanya programmer, tapi juga orang awam yang menggunkan computer untuk pekerjaannya, sehingga tidak langsung panic dan menyerah ketika komputernya terserang virus.
Info sisipan, bagi yang suka mencari uang di internet. Alamat-alamta berikut layak anda coba.
http://securebux.cn/?r=pakjohn
http://www.ngebux.com/?r=pakjohn
http://klikajadeh.com/?r=PakJohn

Link yang relevan :

Daftar Pustaka

Rahasia Membuat Antivirus Menggunakan Visual Basic

Membuat Anti Virus Sendiri

 

Mei 30, '09 12:22 AM
for everyone

Category:

Other

Main#

Sekarang kehadiran para virus maker (–selanjutnya disingkat jadi VM
saja) lokal telah membuat gerah para user komputer tanah air. Bisa
dibayangkan bila dari sekian banyak virus lokal tidak satu-dua yang
menghancurkan data (terutama bagi file office; word, excel, dll…). Bagi
para vendor Anti Virus (–selanjutnya disingkat menjadi AV saja)
fenomena ini adalah lahan bisnis untuk produk mereka. Sebut saja
NORMAN, yang kini men-support perusahaan konsultan virus lokal
(–VAKSIN.COM) , Symantec, McAffe, NOD32, dan sebagainya. Dengan
menawarkan update definisi software AV tercepat, engine scanner paling
sensitif, dan lain-lain merupakan kiat untuk memancing para korban
virus membeli dan menggunakan software AV mereka. Bagi penulis sendiri
hal ini memang agak memberatkan mengingat update file definisi atau
engine AV tsb haruslah melalui koneksi internet. Lalu bagaimana yang
tidak mempunyai akses sama sekali? Konsekuensinya iyalah tertinggal
dalam hal pengenalan varian virus baru yang pada ujung-ujungnya membuat
AV yang sudah terinstall bagai 'Macan Ompong'. Kalau kita membuat AV
sendiri bagaimana? dengan database definisi yang bisa diupdate oleh
kita bahkan dapat saling tukar dengan teman? Bisa saja, dengan syarat
mau mempelajari sedikit teknik pemograman.

Pertama kita harus mengerti bagaimana cara kerja
sebuah AV sederhana, pada dasarnya sebuah software AV mempunyai
komponen-komponen :


1. Engine scanner, ini merupakan komponen utama AV
dalam mengenali sebuah pattern virus. Engine ini dapat dikelompokkan
menjadi statis dan dinamis. Statis dalam hal ini dapat disebut menjadi
spesifik terhadap pattern tertentu dari sebuah file virus. Checksum
merupakan salah satu contoh dari engine statis ini. Dinamis dalam
artian dia mengenali perilaku 'umum' sebuah virus. Heuristic menjadi
salah satu contohnya.

2. Database definition, menjadi sebuah referensi dari sebuah pattern
file virus. Engine statis sangat bergantung kepada komponen ini.

3. Decompress atau unpacking engine, khusus untuk pengecekan file-file
yang terkompresi (*.rar, *.zip, dll) atau kompresi atau packing untuk
file PE seperti UPX, MeW , dll.

Tidak jarang hasil dari pengecekan terhadap file
suspect virus menghasilkan false-positive bahkan false-negative (–
false-positive berarti file yang bersih dianggap thread oleh AV, dan
false-negative berarti file yang 100% thread akan dianggap bersih).
Semua itu dapat diakibatkan oleh ketidak-sempurnaan dari engine scanner
itu sendiri. Misal

pada contoh kasus Engine String scanner (–Engine scanner yang
menyeleksi string-string dari file text-based), bila diterapkan rule 3
out of 5 (– bila AV menemukan 3 dari daftar 5 string kategori
malicious) maka AV akan memberikan bahwa file terindikasi sebuah thread
yang positif. Padahal file tsb nyatanya tidak menimbulkan efek
berbahaya bila dijalankan atau dieksekusi. Kesalahan scanning macam ini
lazim ditemukan untuk file-file *.VBS, *.HTML, dll. Untuk penggunaan
engine checksum sangat banyak ditemui di beberapa software AV lokal.
Checksum yang lazim digunakan diantaranya CRC16, CRC32, MD5, dll.
Dikarenakan mudah untuk diimplementasikan. Engine ini sendiri bukannya
tanpa cacat, Checksum bekerja dengan memproses byte demi byte dari
sebuah file dengan sebuah algoritma tertenu (– tergantung dari jenis
checksum yang digunakan) sehingga menghasilkan sebuah format tertentu
dari file tsb. Contoh checksum menggunakan CRC32 dan MD5 :

* calCrc = CRC32(file_name_and_path)

* calMD5 = MD5(file_name_and_path)

Maka isi dari string calCrc adalah 7AF9E376,
sedangkan untuk MD5nya adalah 529CA8050A00180790CF88B63468826A. Perlu
diketahui bila virus menerapkan rutin yang mengubah byte tertentu dari
badan virus tsb setiap kali maka penggunaan engine checksum ini akan
kurang optimal karena bila 1 byte berubah dari file maka checksum juga
akan berubah.

Mari kita belajar membuat sebuah AV sederhana, yang diperlukan :


1. Software Visual Basic 6.0

2. Sedikit pemahaman akan pemograman Visual Basic 6.0

3. Sampel file bersih atau virus (– opsional)

First#

Sekarang kita akan belajar membuat sebuah rutin sederhana untuk :

- Memilih file yang akan dicek

- Membuka file tersebut dalam mode binary

- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum

Buka MS-Visual Basic 6.0 anda, lalu buatlah sebuah
class module dan Form dengan menambahkan sebuah objek Textbox,
CommonDialog dan Command Button. (Objek CommonDialog dapat ditambahkan
dengan memilih Project -> COmponent atau Ctrl-T dan memilih
Microsoft Common Dialog Control 6.0) Ketikkan kode berikut pada class
module (kita beri nama class module tsb clsCrc) :


================= START HERE ====================

Private crcTable(0 To 255) As Long 'crc32

Public Function CRC32(ByRef bArrayIn() As Byte, ByVal lLen As Long, Optional ByVal lcrc As Long = 0) As Long

'bArrayIn adalah array byte dari file yang dibaca, lLen adalah ukuran atau size file

Dim lCurPos As Long 'Current position untuk iterasi proses array bArrayIn

Dim lTemp As Long 'variabel temp hasil perhitungan

If lLen = 0 Then Exit Function 'keluar fungsi apabila ukuran file = 0

lTemp = lcrc Xor &HFFFFFFFF


For lCurPos = 0 To lLen

lTemp = (((lTemp And &HFFFFFF00) \\ &H100) And &HFFFFFF) Xor (crcTable((lTemp And 255) Xor bArrayIn(lCurPos)))

Next lCurPos

CRC32 = lTemp Xor &HFFFFFFFF

End Function

Private Function BuildTable() As Boolean

Dim i As Long, x As Long, crc As Long


Const Limit = &HEDB88320

For i = 0 To 255

crc = i

For x = 0 To 7

If crc And 1 Then

crc = (((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF) Xor Limit

Else


crc = ((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF

End If

Next x

crcTable(i) = crc

Next i

End Function

Private Sub Class_Initialize()

BuildTable


End Sub

================= END HERE ====================

Lalu ketikkan kode berikut dalam event Command1_Click :

================= START HERE ====================

Dim namaFileBuka As String, HasilCrc As String

Dim CCrc As New clsCrc 'bikin objek baru dari class ClsCrc

Dim calCrc As Long

Dim tmp() As Byte 'array buat file yang dibaca

Private Sub Command1_Click()


CommonDialog1.CancelError = True 'error bila user mengklik cancel pada CommonDialog

CommonDialog1.DialogTitle = "Baca File" 'Caption commondialog

On Error GoTo erorhandle 'label error handle

CommonDialog1.ShowOpen

namafilbuka = CommonDialog1.FileName

Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 'buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary

ReDim tmp(LOF(1) - 1) As Byte 'deklarasi ulang untuk array, # Bugs Fixed #

Get #1, , tmp()

Close #1


calCrc = UBound(tmp) 'mengambil ukuran file dari array

calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) 'hitung CRC

HasilCrc = Hex(calCrc) 'diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric

Text1.Text = HasilCrc 'tampilkan hasilnya

Exit Sub

erorhandle:

If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description 'error number
32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file

================= END HERE ====================


COba anda jalankan program diatas dengan memencet
tombol F5, lalu klik Command1 untuk memilih dan membuka file. Maka
program akan menampilkan CRC32nya.

Second#

Kode diatas dapat kita buat menjadi sebuah rutin pengecekan file
suspect virus dengan antara membandingkan hasil CRC32nya dan database
CRC kita sendiri. Algoritmanya adalah :

- Memilih file yang akan dicek

- Membuka file tersebut dalam mode binary

- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum

- Buka file database

- Ambil isi file baris demi baris

- Samakan Checksum hasil perhitungan dengan checksum dari file


Format file database dapat kita tentukan sendiri, misal :

- FluBurung.A=ABCDEFGH

- Diary.A=12345678

Dimana FluBurung.A adalah nama virus dan ABCDEFGH dalah Crc32nya. Jika
kita mempunyai format file seperti diatas, maka kita perlu membaca file
secara sekuensial per baris serta memisahkan antara nama virus dan
Crc32nya. Dalam hal ini yang menjadi pemisah adalah karakter '='.

Buat 1 module baru (– diberi nama module1) lalu isi dengan kode :

================= START HERE ====================

Public namaVirus As String, CrcVirus As String
'deklarasi variabel global untuk nama dan CRC virus Public pathExe as
String 'deklarasi variabel penyimpan lokasi file EXE AV kita

Public Function cariDatabase(Crc As String, namaFileDB As String) As Boolean

Dim lineStr As String, tmp() As String 'variabel penampung untuk isi file


Open namaFileDB For Input As #1 'buka file dengan mode input

Do

Line Input #1, lineStr

tmp = Split(lineStr, "=") 'pisahkan isi file bedasarkan pemisah karakter '='

namaVirus = tmp(0) 'masukkan namavirus ke variabel dari array

CrcVirus = tmp(1) 'masukkan Crcvirus ke variabel dari array

If CrcVirus = Crc Then 'bila CRC perhitungan cocok/match dengan database

cariDatabase = True 'kembalikan nilai TRUE

Exit Do 'keluar dari perulangan


End If

Loop Until EOF(1)

Close #1

End Function

================= END HERE ====================

Lalu tambahkan 1 objek baru kedalam Form, yaitu
Command button2. lalu ketikkan listing kode berikut kedalam event
Command2_Click :

================= START HERE ====================

If Len(App.Path) <= 3 Then 'bila direktori kita adalah root direktori


pathEXE = App.Path

Else

pathEXE = App.Path & "\\"

End If

CommonDialog1.CancelError = True 'error bila user mengklik cancel pada CommonDialog

CommonDialog1.DialogTitle = "Baca File" 'Caption commondialog

On Error GoTo erorhandle 'label error handle

CommonDialog1.ShowOpen


namafilbuka = CommonDialog1.FileName

Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 'buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary

ReDim tmp(LOF(1) - 1) As Byte 'deklarasi ulang untuk array # Bugs Fixed #

Get #1, , tmp()

Close #1

calCrc = UBound(tmp) 'mengambil ukuran file dari array

calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) 'hitung CRC

HasilCrc = Hex(calCrc) 'diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric

If cariDatabase(HasilCrc, pathEXE & "DB.txt") Then 'bila fungsi bernilai TRUE


MsgBox "Virus ditemukan : " & namaVirus 'tampilkan message Box

End If

Exit Sub

erorhandle:

If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description 'error number
32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file

================= END HERE ====================

Fitur AV sederhana ini dapat ditambahkan dengan
fitur process scanner, akses registry, real-time protection (RTP) dan
lain lain. Untuk process scanner pada dasarnya adalah teknik enumerasi
seluruh proses yang sedang berjalan pada Sistem Operasi, lalu mencari
letak atau lokasi file dan melakukan proses scanning. Fitur akses
registry memungkinkan kita untuk mengedit secara langsung registry
windows apabila akses terhadap registry (–Regedit) diblok oleh virus.
Sedangkan fitur RTP memungkinkan AV kita berjalan secara simultan
dengan windows explorer untuk mengscan direktori atau file yang sedang
kita browse atau lihat. Untuk ketiga fitur lanjutan ini akan dibahas
pada artikel selanjutnya.


Kesimpulan#

Tidak harus membeli software AV yang mahal untuk menjaga komputer kita
dari ancaman virus, kita bisa membuatnya sendiri dengan fitur-fitur
yang tak kalah bagusnya. Memang terdapat ketidaksempurnaan dalam AV
buatan sendiri ini, tetapi setidaknya dapat dijadikan pencegah dari
infeksi virus komputer yang semakin merajalela. Software AV sederhana
ini dilengkapi oleh engine scanner statis dan database definisi. Tidak
tertutup kemungkinan software AV ini ditingkatkan lebih advanced dalam
hal engine scannernya.

Artikel ini diambil dari sini ......
Untuk source code antivirusnya bisa dilihat di bagian sini

Jumat, 29 Mei 2009

Tanaman Penghasil Listrik


Inovasi dalam dunia iptek nampaknya takkan pernah berhenti. Salah satu bidang yang giat berkembang saat ini adalah pencarian alternatif. Maklum, dunia saat ini sedang dilanda krisis .


Perkembangan pembangkit listrikpun mulai diikuti dengan perbaikan pada nilai estetika. Ada pembangkit listrik tenaga keyboard, bra charger baterei, dan beberapa kreatifitas lain. Nah, yang terbaru adalah pembangkit tenaga tanaman.


Tenaga tanaman? bagaimana bisa.. Ya.. memang susah jika harus mengubah tanaman asli menjadi tenaga . Tapi tanaman yang digunakan pada pembangkit ini adalah tanaman bohong-bohongan, alias tanaman palsu. Tanaman ini bentuknya mirip tanaman plastik yang anda miliki di rumah anda. Bedanya adalah pada daun tanaman ini terdapat solarsel atau sel surya yang berguna untuk menangkap dari matahari. Model pembangkit ini dikenalkan oleh National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (dari jepang) Mitsubishi Corp. dan Tokki Corp


Daun yang berfungsi sebagai pembangkit ini sendiri sangatlah lentur dan elastis karena dilapisi dengan plastik. Sekalipun bentuknya seperti daun, namun memiliki luas permukaan 9 inchi persegi yang mampu menghasilkan . Tidak dijelaskan berapa tegangan yang dihasilkan oleh tanaman buatan ini. setidaknya, tanaman ini lebih baik daripada menggunakan bra untuk menghasilkan .


Kalau boleh berhayal, saya inginnya surabaya menjadi kota 100% bertenaga tanaman buatan ini. Biar bisa bersaing dengan rockport yang 100% bertenaga angin.



Tags: , , ,


Posting Terkait





Sumber: Tanaman Penghasil Listrik - ShiroGadget Sponsor: Game Flash Gratis

Rahasia kecerdasan Einstein


Popeye memiliki bayam untuk membuatnya kuat sebelum bertarung dengan brutus. Power Ranger Memiliki alat yang mampu merubah mereka menjadi ksatria kuat sebelum bertarung. Demikian juga dengan Saras 008 yang harus menelpon 008 sebelum berubah menjadi kucing hitam. Ya,, memang semua jagoan punya rahasia kekuatan masing-masing.


Kalau Om Albert, Rahasia kecerdasannya apa ya..? Ternyata, rahasia kecerdasan Einstein adalah sebuah Energy Bar. Energy Bar yang asli milik einstein diklaim sebagai “Relatively Delicious!” Energy = Mouth (mulut) x Chocolate Goodness (kebaikan coklat)². Rahasia inilah yang mampu membuat Einstein mampu mengerjakan banyak perhitungan.


Yang bener? Makan coklat ini bisa secerdas Einstein? Sayangnya tidak. Karena Energy Bar hanyalah coklat biasa yang di “Brand” dengan gambar Einstein dan beberapa jargon yang Einstein banget. Kalo ada yang mau beli coklat ini, silahkan beli di Unemployed Philosophers Guild. Bukan beli ke Saya.



Tags: , ,


Posting Terkait





Sumber: Rahasia Kecerdasan Einstein - ShiroGadget Sponsor: Game Flash Gratis

Mau install windows seven??


Mau install windows seven?? Coba lihat spesifikasi komputer anda dulu.. Apakah memenuhi spesifikasi minimum yang diminta untuk mengistall si seven ini. berikut minimum requirementnya:


klik untuk baca lebih lanjut..




  • 1GHz processor (32- or 64-bit)

  • 1GB of main memory

  • 16GB of available disk space

  • Support for DX9 graphics with 128MB of memory (for the Aero interface)

  • A DVD-R/W drive


Spesifikasi di atas adalah nilai minimum.. jika mengharapkan performa yang lebih layak, tentunya komputer atau laptop anda harus memiliki spesifikasi di atas minimum requirement tersebut.


No tag for this post.

Posting Terkait





Sumber: Windows 7 Minimum Requirements - ShiroGadget Sponsor: Game Flash Gratis

MRAM

Kecepatan selalu didambakan oleh siapa saja. Berbagai usaha dan penelitian terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan . Beberapa waktu yang lalu super komputer tercepat di dunia telah hadir untuk membantu militer amerika melakukan perhitungan. Kini giliran sebuah teknologi di bidang Memory .



Sebelumnya Anda pasti pernah mendengar istilah RAM (Ramdom Access Memory) untuk menyebut memory . Memory RAM ini memiliki berbagai jenis mulai dari EDO RAM, DDR1, DDR2 dan beberapa jenis lainnya.


Namun ternyata RAM saja elum cukup untuk memuaskan kebutuhan manusia akan tuntutan kecepatan. Oleh karena itu, Fisikawan dan Insinyur Jerman mengembangkan sebuah jenis memory baru.


Memory tersebut diberi nama Magnetoresistive Random Access Memory (MRAM), memory ini bukan hanya lebih cepat daripada RAM tetapi juga Lebih hemat Energi. Kehadiran MRAM sepertinya akan meningkatkan perkembangan mobile computing dan level penyimpanan dengan cara membalik arah kutub utara-selatan medan magnit.


IBM dan beberapa perusahaan pengembang yang lain berencana menggunakan MRAM, MRAM ini akan memutar elektron-elektron untuk mengganti kutub magnet. Hal ini juga dikenal sebagai spin-torque MRAM (Torsi putar MRAM) teknologi inilah yang kini sedang dikembangkan oleh para fisikawan dan insinyur Jerman.


Dengan membangun pilar-pilar kecil berukuran 165 nano meter, akan mengakibatkan magnet variabel pada atas lapisan akan mengakibatkan arus listrik mengalir dari bawah ke atas dan akan memutar posisi elektron. Medan magnet ini akan berubah dan hanya membutuhkan sedikit waktu untuk merubah kutub medan magnet ini. Kemudian kutub utara dan selatan akan bertukar.


Jika anda bingung dengan proses di atas, tidak usah dihiraukan juga tidak apa-apa. Atau kalau mau membaca sendiri yang versi inggris disini.


Yang pasti, kecepatan MRAM mencapai 10 kali lipat kecepatan RAM. KEcepatan ini masih bisa terus dikembangkan dimasa depan.


[Gizmowatch]



Tags: , ,


Posting Terkait





Sumber: MRAM: Teknologi Terbaru Memori Komputer, 10 Kali Lebih Cepat dari RAM - ShiroGadget Sponsor: Game Flash Gratis
 

Followers

Komputer,Internet,Blog,Wordpress Copyright © 2009 BeMagazine Blogger Template is Designed by Blogger Template
In Collaboration with fifa